Studi di Belanda merupakan sebuah tantangan berharga untuk hidup mandiri, mempelajari ilmu pengetahuan dan kehidupan. Ya, ini yang dikatakan oleh kebanyakan orang yang pernah menjalani studi di Belanda; salah satunya adalah Laurentius Regi, yang pada tahun 2003 tiba di de Haagse Hogeschool Den Haag mengambil program Bachelor of European Studies. Pertama kali berinteraksi di lingkungan internasional sempat membuat Regi menjadi canggung karena tidak familiar dengan suasana dan bahasa yang bukan Indonesia. Satu fakta bahwa hampir semua penduduk Belanda bisa menggunakan Bahasa Inggris dalam berkomunikasi memudahkan Regi menghilangkan kecanggungannya saat beradaptasi dengan komunitas internasional.
Pada tahun pertama yang disebut foundation year, Regi belajar konsep utama dari subjek yang ada mengenai Eropa itu sendiri disertai dengan tugas dan projek. Foundation Year ini biasanya menentukan apakah mahasiswa sanggup lanjut studi di tahun kedua dan ketiga untuk program penjurusan atau justru kemungkinan besar akan angkat kaki dari de Haagse. Regi tentu berhasil melanjutkan studinya hingga lulus dan mengambil Business Public Relation sebagai penjurusannya. Pada tahun kedua dan ketiga ini, gaya hidup disiplin Regi terbentuk karena harus menentukan jadual harian, membuat target dan mengejar deadline ketat dari setiap presentasi dan tugas kuliah yang diberikan. Regi juga pandai dalam mengatur keuangan akibat dari perbedaan Rupiah dan Euro. Biaya hidup yang tidak murah memotivasi Regi untuk belajar giat agar bisa lulus tepat waktu.
Di Den Haag, Regi belajar menjadi chef pemula saat agar bis menghemat biaya daripada setiap hari makan di café. Bergabungnya Regi di PPI Den Haag ternyata sangat menolong Regi dalam mengenal berbagai masakan. Regi bergabung dengan Breakfast Club yang berisi para pelajar yang memang hobi kuliner, mereka memasak dan menyantap sarapan pagi bersama-sama sambil saling bersosialisasi dan berbagi tips hidup di Den Haag. Kesibukan kuliah tidak berarti tidak ada waktu untuk have life, Regi juga menikmati setiap momennya ngopi di café, main billiard dan kegiatan sosial lainnya bersama para pelajar mancanegara. Status pelajar Regi juga memberikan banyak korting-an saat menggunakan fasilitas kendaraan umum dan juga berbagai temoat seperti Museum ataupun atraksi lain yang ada di sana.
Setelah mendapat gelar Bachelor, Regi kembali untuk bekerja di Indonesia sesuai dengan keinginan awalnya. Pengalaman magang di salah satu bernama Java Trade House yang menjembatani ekspor-impor antara Indonesia dan Belanda, sudah cukup memperlengkapi Regi untuk masuk dalam dunia kerja setelah lulus kuliah. Bekerja magang di Belanda dengan suasana multikultural menjadi modal berharga bagi Regi yang sekarang ini juga bekerja pada bagian Marketing & Business Development di perusahaan asal Jerman bernama TUV-Rheinland. Penerapan nilai-nilai toleransi yang diadopsi saat studi di Belanda membuat Regi tidak lagi kesulitan saat bekerja di perusahaan multinasional tersebut.
Regi percaya bahwa selama setiap orang berada di jalan yang benar, maka orang tersebut akan menjadi orang yang benar. Prinsip itulah yang membuat Regi berhasil dalam studinya hingga mendapatkan karir yang baik sekarang dan suatu saat nanti mendirikan perusahaannya sendiri. Laurentius Regi berpendapat bahwa studi di Belanda bisa menjadi pilihan terbaik bagi setiap orang yang ingin studi ke luar negeri. Bagi Regi Studi di Belanda adalah kesempatan untuk belajar karena Belanda merupakan tempat yang baik untuk mengembangkan kehidupan. Belajar dengan sistem yang bagus seperti di Belanda membentuk pribadi kita yang nantinya bisa kita tularkan juga bagi Indonesia.
Laurentius Regi
Bachelor of European Studies - De Haagse Hogeschool
