Belajar ke Negeri Belanda itu mudah. Anda tidak harus menguasai bahasa Belanda karena kuliah berlangsung dalam bahasa Inggris.
Nuffic Neso Indonesia dan Ikaned mengumumkan hasil kompetisi foto dan video yang telah berakhir 20 Juli 2009 lalu. Tim juri kompetisi foto terdiri dari Arbain Rambe, wartawan foto koran Kompas, Marrik Bellen, Direktur Nuffic Neso Indonesia dan Irma R. Damayanti, wartawan The Jakarta Post, lulusan Universitas Utrecht, mewakili alumni Belanda.
Jumlah total foto yang diterima oleh panitia melalui e-mail sebanyak 211 buah dari 50 peserta yang sedang melanjutkan studi dan tinggal di beberapa kota di Belanda. Untuk kompetisi video, panitia menerima 18 karya yang dikirimkan oleh 10 mahasiswa Indonesia. Seleksi dilakukan berdasarkan kriteria foto dan video yang telah diberikan. Pertama dari segi orisinalitas, kemudian kreativitas dan ketiga kesesuaian tema, yakni studi dan tinggal di Belanda.
Setelah melalui diskusi dan argumentasi, tim juri berhasil memilih sejumlah foto untuk akhirnya terpilih 3 terbaik yakni:

Berikut pemenang kompetisi video studi di Belanda:
Mengenai foto juara ke-1, Arbain Rambe berkomentar, “foto pemenang pertama berhasil menangkap suasana keseharian mahasiswa Indonesia dan menggambarkan kondisi penegakan hukum di Belanda dalam cara yang ‘fun’. Foto ini unik karena terlihat spontan, ekspresif dan idenya orisinall”
Sedangkan untuk video pemenang pertama, Marrik Bellen mengatakan, “video karya Widyoseno E Muchsin memenuhi kriteria yakni kreatifitas, teknik yang baik dan berhasil menyampaikan pesan untuk memberikan informasi yang lengkap tentang studi di Belanda.”
Seluruh pemenang akan dihubungi oleh Nuffic-Neso Indonesia untuk pengiriman hadiahnya.
Untuk perbaikan terlaksananya kompetisi ini di masa yang mendatang, kritik dan saran dapat dikirimkan ke lombafotoneso@gmail.com atau hef@nesoindonesia.or.id.
Selamat kepada para pemenang dan teruslah berkarya!
Undangan untuk semua mahasiswa Indonesia yang akan Studi di Belanda untuk tahun ajaran 2009/2010.
Dapatkan gratis buku “Negeri van Oranje”, novel yang ditulis oleh 4 alumni Belanda!
Nuffic-Neso Indonesia akan mengadakan pre-departure briefing untuk mahasiwa Indonesia yang akan ngelanjutin program bachelor, master, short courses atau PhD (doktoral) di Belanda.
Pre-departure briefing akan memberikan informasi umum tentang studi dan tinggal di Belanda, bagaimana mengatasi culture shock dan informasi praktis dari alumni Belanda.
Event ini akan dilaksanakan pada:
Day/date: Sabtu, 1 Augustus 2009
Time: 08.30 – 16.00
Venue: Erasmus Huis
Jalan H.R. Rasuna Said Kav. S-3
Kuningan, Jakarta
Bagi anda yang tinggal di Surabaya, (kecuali penerima beasiswa) akan ada pre-departure briefing di kota Surabaya:
Day/date: Jumat, 7 Augustus 2009
Time: 13.00 – 16.00
Venue: International Village
Universitas Surabaya (UBAYA)
Raya Kali Rungkut, Surabaya 60293
Untuk reservasi, hubungi:
Jakarta: +62 21 5290 2172 ext 213/222
Surabaya: +62 31 298 1328
Klik disini untuk agenda lengkap acara tersebut.
Rabu Siang (01/07) kantor Neso Indonesia kedatangan 6 pemenang kompetisi blog Studi di Belanda. Wajah-wajah mereka tampak cerah terutama Dian dan Ratna, pemenang pertama yang memperoleh kesempatan untuk merasakan langsung menjadi mahasiswa internasional di Belanda. Ratna Ariyanti adalah seorang wartawan yang telah bergabung lebih dari 5 tahun dengan koran Bisnis Indonesia. Sedangkan Dian Inawati, seorang Manajer sebuah Galeri Seni terkemuka di Ubud, datang jauh-jauh dari Bali dengan harapan tinggi.
Lain Dian dan Ratna, lain pula dengan para pemenang kedua dan ketiga. Suhartono misalnya, seorang wartawan Jurnal Nasional yang terinspirasi akan kerinduannya pada seseorang yang tengah menyelesaikan program PhD di TU Eindhoven. Atau Putri Trapsiloningrum yang mengangkat tema tentang kekhawatiran orang tua yang mengirimkan anaknya untuk studi di luar negeri. Lalu ada Rizky Amelia seorang wartawan Koran Jakarta yang juga lulusan Sastra Belanda, mengusung tema bagaimana rasanya berkuliah di kampusnya Ratu Belanda. Termasuk seorang pakar Public Relation seperti Hanny Kusumawati pun punya harapan untuk bisa merasakan Studi di Belanda terinspirasi dari sebuah film Belanda yang dirilis tahun 1995, Antonia Line.
Pertemuan yang berlangsung sangat informal ini diawali dengan pemutaran film tentang Studi di Belanda. Setelah pemutaran film, acara dilanjutkan dengan perbincangan ringan tentang pengalaman para peserta dalam mengikuti kompetisi blog Studi di Belanda termasuk proses membangun ide menjadi sebuah tulisan yang mengantarkan mereka menjadi pemenang. Dalam kesempatan tersebut, Marrik Bellen, Direktur Neso Indonesia memberikan ucapan selamat kepada para pemenang dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para blogger yang telah berpartisipasi . Marrik juga mengungkapkan, pelaksanaan kompetisi blog Studi di Belanda diharapkan bisa meningkatkan awareness tentang lebih dari 1400 program studi berbahasa Inggris yang ditawarkan oleh universitas di Belanda.
Penyerahan hadiah ini juga dihadiri oleh salah satu perwakilan juri, Enda Nasution. Enda mengungkapkan, kompetisi blog Studi di Belanda adalah sebuah kompetisi yang sangat sukses karena berhasil menarik minat lebih dari 500 orang blogger untuk mendaftar.
Setelah ini, kita semua bisa mengikuti perjalanan para pemenang di Belanda dalam blognya Dian and Ratna yang akan menceritakan pengalamannya mengikuti Summer Course di Utrecht setiap harinya.
Neso Indonesia juga mengucapkan selamat untuk para pemenang, semoga suatu saat kita bisa berjumpa di Belanda.
Kompetisi Blog Studi di Belanda sudah ditutup dan telah menyelesaikan babak penjurian. Tim juri yang terdiri dari Wicak Ndoro Kakung, Enda Nasution dan Raditya Dika telah bekerja ekstra keras untuk dapat melakukan penilaian terhadap total 316 posting untuk semua kategori yang masuk ke panitia kompetiblog. Dari 316 total posting yang terjaring, akhirnya tim juri sepakat untuk memilih 3 blog terbaik untuk masing-masing kategori.
Masing-masing pemenang nantinya akan dihubungi oleh pihak panitia melalui email untuk pemberitahuan resminya dan pemberian hadiah akan dilakukan di kantor Neso Indonesia untuk waktu yang akan ditentukan kemudian.
Inilah 2 blogger yang beruntung mendapatkan hadiah Summer Course ke Belanda, sebagai pemenang pertama Kompetiblog Studi di Belanda:
Kategori Wartawan: Ratna Ariyani (Bisnis Indonesia) untuk posting yang berjudul Bergerak Menuju Holland.
Kategori Umum: Dian Inawati untuk posting yang berjudul Pak Janggut dan Komunitas Global
Juara ke-2 dan ke-3 untuk masing-masing kategori adalah sebagai berikut:
Kategori Wartawan:
Juara 2: Suhartono (Jurnal Nasional) dalam tulisan yang berjudul Demi Nuffi van Holland
Juara 3: Rizky Amelia (Koran Jakarta) dalam tulisan yang berjudul Sekampus dengan Ratu Belanda, Sebuah Pengalaman Mahasiswi Indonesia di Belanda
Kategori Umum:
Juara 2: Hanny Kusumawati dalam tulisan yang berjudul Belajar Berbeda di Belanda
Juara 3: Putri Trapsiloningrum dalam tulisan yang berjudul Jangan Studi di Belanda
Pemenang ke-2 akan mendapatkan hadiah notebook sedangkan pemenang ke-3 akan mendapatkan hadiah kamera digital.
Selamat kepada para pemenang!
Info lengkap bisa dilihat di sini
“Kalau novel ini merupakan kisah pribadi kami ber-empat, maka novel ini tidak akan pernah selesai”, begitu jawab Adept Lenggana Widiarsa salah satu dari empat penulis novel Negeri van Oranje menanggapi pertanyaan salah satu hadirin yang menganggap bahwa cerita dalam novel ini adalah kisah pribadi para penulis dan bukan cerita fiksi.
“Tentu saja pengalaman pribadi kami selama studi di Belanda tidak bisa terlepas dari novel ini. Pengalaman dari teman-teman kami di masa studi pun banyak yang menginspirasi cerita ini,” imbuh Wahyunigrat.
Lebih dari 50 orang datang pada acara peluncuran novel tersebut Jumat malam minggu lalu di FAB café, yang terletak di toko buku Gramedia, Grand Indonesia.
Negeri van Oranje adalah sebuah novel kolaborasi empat alumni Belanda. Tiga diantaranya adalah penerima beasiswa. Wahyuningrat dan Annisa Tyas Purwanti merupakan penerima beasiswa StuNed pada tahun 2006. Rizki Pandu Permana mendapatkan beasiswa NFP (Netherlands Fellowship Programme) pada tahun 2003. Neso Indonesia merupakan lembaga non profit yang mengurus beasiswa StuNed dan berperan dalam proses administrasi dan seleksi beasiswa NFP.
Suasana santai diselingi gelak tawa mewarnai sesi diskusi. Wahyuningrat yang akrab dipanggil Wahyu berkali-kali tidak dapat menahan tawanya saat menceritakan beberapa pengalaman mereka saat studi di Belanda.
Keingintahuan para hadirin mengenai studi di Belanda membawa Adept dan Wahyu kembali ke masa lalu, mengingat kembali saat-saat bagaimana mereka menempuh studi S2 di Belanda dengan segala suka dan dukanya, dan kemudian membaginya dengan mereka yang hadir. Sayang dua penulis lainnya yaitu Annisa dan Rizki berhalangan datang.
Acara peluncuran novel ini juga digunakan para alumni Belanda sebagai ajang reuni. Banyak rekan seperjuangan para penulis novel NVO saat studi di Belanda dulu yang hadir. Selain itu para penerima beasiswa StuNed yang saat ini sedang mengikuti EAP (English for Academic Purpose) selama 5 bulan di Jakarta dan dijadwalkan untuk berangkat ke Belanda tahun ini juga tak ketinggalan untuk hadir. Mereka sangat tertarik dengan tips-tips mengenai hidup dan studi di Belanda yang sangat detail dan akurat yang terdapat dalam novel berjumlah 477 halaman ini.
Ekki Imanjaya, seorang pengamat film dan alumni dari Universiteit van Amsterdam ikut menyemarakkan diskusi dan memberikan komentarnya terhadap kejelian para penulis NVO dalam mengangkat hal-hal nyata yang dialami oleh para mahasiswa secara detail. Ramuan fiksi dan informasi yang diperlukan bagi mereka yang hendak melanjutkan studi di Negara kincir angin ini disajikan dengan tepat sehingga enak untuk dinikmati.
“Kami dari Neso Indonesia bangga dengan bakat keempat alumni Belanda ini. Kami merasa buku ini akan sangat berguna bagi para mahasiswa yang akan berangkat ke Belanda dan oleh karena itu berencana untuk memberikan novel NVO kepada setiap penerima beasiswa yang akan berangkat ke Belanda tahun ini”, begitu komentar Monique Soesman, Head of Scholarships section Neso Indonesia ketika dimintai pendapatnya tentang novel NVO.
Diskusi semakin hangat dengan banyaknya pertanyaan dari yang hadir. Pembagian door prize dari penerbit Bentang dan Neso Indonesia mengakhiri acara malam itu. (we)