Belajar ke Negeri Belanda itu mudah. Anda tidak harus menguasai bahasa Belanda karena kuliah berlangsung dalam bahasa Inggris.
Mencari ilmu sampai negara kincir angin, siapa sih yang gak mau?? Termasuk aku ini yang mimpikan belajar di luar negeri, alhasil pepatah itu jadi takdir aku beneran…bersyukur banget deh. Berawal dari iseng-iseng apply beasiswa, tapi serius juga sih..hehehe….akhirnya bisa menikmati kuliah di Belanda. Aku kuliah di Avans Hogeschool di Breda jurusan minor Biotechnology.
Mendengar kata Biotechnology sudah pasti berhubungan sama laboratorium. Hal yang gak bisa dibayangkan yaitu kendala bahasa dalam belajar, dibilang expert English gak juga, akhirnya cuma modal nekat aja deh. Hari pertama masuk kuliah di kampus gak tau apa yang harus dilakuin, yang ada di pikiran hanya melihat student asing mondar-mandir lewat di depan aku. Bingung cari kelas itu pasti, secara gak tau nomor gedung, akhirnya telat juga datengnya berkat modal kira-kira…heheheh..
Finally aku masuk kelas dan menjadi perhatian student lain itu udah otomatis, untungnya dosen harap maklum student Indonesia.. Selama proses belajar mengajar di kelas udah kaya orang bego sedunia…cuma bisa melamun gak karuan pikiran ke sana sini, kaget banget lihat action mahasiswa asing yang keliatannya kreatif banget tanya-tanya dan bahkan dosen diprotes. Sistem kuliah itu bener-bener shock therapy juga buat aku. Sedikit berpikir aku ini gak ada apa-apanya. Beda banget sama sistem indonesia, dimana biasanya student jadi pendengar yang baik.
Karena aku ikut program double degree S1 (bachelor) jadi aku kuliah di kelas mahasiswa yang sudah memasuki tahun ketiga, itu yang membuat sedikit bahkan banyak kayaknya rasa minder di hati, secara mereka pasti dah makan asam garam kuliah di sini di tambah lagi Eropa kampung halaman mereka.
Awal-awal kuliah sudah disuruh pilih plan project yang bikin hari-hari sibuk dengan praktikum yang super ketat dan yang pasti alat-alat praktikum lebih canggih pula, dimana kalo di Indonesia cuma baru denger namanya aja. Pengalaman menjalani praktikum pertama kali seperti orang innocent gak tau apa-apa, memang iya seh. Kaget banget sistem praktikum di sini, semua harus dilakuin sendiri, bahkan cari protocols praktikum harus sendiri. Dosen atau petugas praktikum tidak akan memberi penjelasan protocols.
Waktu praktikum di Indonesia (UNDIP) semua metode sudah disiapin bahkan sudah jadi buku petunjuk pratikum kita tinggal ngikutin aja. Tapi di sini beda, semuanya harus kita lakuin sendiri, didukung juga seh sama fasilitas yang memadai.
Sehari, seminggu, sebulan sudah terlewati dengan kuliah yang masih bingung, begitu pula materi yang diajarkan oleh dosen. Dan yang paling membuat sedikit kesel juga, ternyata mahasiswa di sini diam-diam menghanyutkan. Mereka kelihatannya santai banget, seperti gak ada beban walaupun dosen kasih tugas banyak sampai segunung. Karena mereka terlihat santai, dan aku pikir aku juga santai aja, tiba-tiba gak taunya mereka itu on time banget kerjain tugas. Kesalahan fatal buat aku yang terlalu nyantai dan terpaksa deh sempet boong dikit sama dosen, heheheh. Dan masih diberi maklum lagi mahasiswa Indonesia. Mulai saat itu aku berusaha kerjain tugas se-on time mungkin kalo perlu baru dikasih dosen dah langsung dikerjain.
Beberapa waktu menjalani kuliah tibalah saatnya exam (ujian), dosen dah atur semua waktunya termasuk materi apa aja yang keluar di ujian . Hari-hari menjelang ujian bingungnya bukan main, banyak pikiran itu pasti, hal pertama yaitu bentuk soalnya seperti apa, materi yang benar-benar keluar, dan yang penting dosen jangan mengeluarkan kata-kata sakti English yang jarang aku temuin…itu semua bikin soal tambah gak bisa dijawab. Jadi aku belajar aja apa adanya yang bisa dipelajari.
Waktu ujian telah tiba, ujian pertama bersyukur banget tipe soal pilihan ganda, kalo di Indonesia soal tipe kaya gini kayak anak SD, tapi aku bersyukur banget setidaknya selain mengandalkan kemampuan bisa mengandalkan kancing, hehehehe. Pengalaman ujian buat aku turun mental, student asing kerjain soal cepat banget, aku aja baru baca soalnya tapi student itu sudah selesai. Di dalam pikiranku, aku baru menemukan orang kerjain soal cuma 10 menit (diduga tercepat di dunia), entah apa yang dipikirkan student itu. Dan ternyata hasil ujian, mahasiswa asing ada juga yang gak lulus, tapi aku lulus. Anugrah banget bisa mengalahkan mahasiswa asing. Ternyata mahasiswa Indonesia gak kalah juga otaknya..hehhehe..
Pengalaman ujian kedua, baru kali ini ujian sistem online, memang sedikit agak norak sih, secara di Indonesia dosen hobinya buat mahasiswa mengarang indah dengan soal essay yang beranak pinak..hehehe. Di sini sistem online sepertinya sudah biasa, dimana kita bisa nilai sendiri hasil jawaban kita. Ujian seperti ini sebenarnya bagus juga, biar dosen gak salah nilai.
Ternyata banyak sekali perbedaan pola belajar di Belanda dan Indonesia baik dari mahasiswanya ataupun dari dosennya itu sendiri. Tapi semua itu sebenernya bisa menjadi bahan disiplin aku selama kuliah di sini. Seperti yag diketahui, orang-orang di sini itu percaya banget sama agenda, hehehe. Semua kegiatan dan time-nya dicatat di agenda. Ini membuktikan bahwa hidup mereka mempunyai management yang bagus, dan hal ini harus aku tiru karena hidup disiplin tanda orang sukses. Amin.
Cerita Bunga Sari
Dikutip dari: http://blogs.rnw.nl/pengalamanku/2009/11/05/pengalaman-kuliah-di-belanda/
Holland Education Fair 2009 akan Nuffic Neso Indonesia gelar sebentar lagi. 23 universitas akan datang dan berpartisipasi dalam pameran tahunan ini. HEF 2009 akan kami mulai dari Jogjakarta tanggal 10 November 2009 ini, kemudian akan dilanjutkan di Bandung (12), Jakarta (14-15) dan akan ditutup di kota Makassar (17).
Dalam pelaksanaan Holland Education Fair 2009 kali ini, akan ada juga pemaparan program-program beasiswa yang dapat dipergunakan untuk membiayai anda Studi di Belanda. Bagi yang tertarik ingin datang, silakan ajak teman dan kerabat untuk hadir dalam pameran pendidikan Belanda terbesar di Indonesia ini.
Acara ini GRATIS dan TERBUKA UNTUK UMUM. Anda tidak perlu registrasi terlebih dahulu untuk hadir.
Berikut Jadwal Presentasi Beasiswa untuk masing-masing kota:
Jadwal Presentasi
(Yogyakarta, Bandung and Makassar)
11.00 - 11.45 Study in Holland and Dutch Scholarships
11.45 - 12.30 DIKTI Scholarship
12.30 - 13.15 Erasmus Mundus Scholarship
14.00 - 14.45 DIKTI Scholarship
14.45 - 15.30 Erasmus Mundus
15.30 - 16.15 Study in Holland and Dutch Scholarships
(Jakarta)
12.30 - 13.15 Study in Holland and Dutch Scholarships
13.15 - 14.00 DIKTI Scholarship
14.00 - 14.45 Erasmus Mundus Scholarship
14.45 - 15.15 Study in Holland and Dutch Scholarships
15.15 - 16.00 DIKTI Scholarship
16.00 - 16.45 Erasmus Mundus
Sampai bertemu di HEF 2009.
Pendidikan tinggi Belanda telah mencanangkan kampanye untuk “go international”. Ciri khas utama dari pendidikan tinggi di Belanda adalah keberagaman suku bangsa para mahasiswa, program studi dan juga riset dan keterbukaan terhadap pelajar dan pengajar asing yang masuk ke Belanda, serta ilmu pengetahuan dari dunia internasional.
Sejalan dengan tekad untuk internasionalisasi pendidikan tinggi di Belanda, jumlah mahasiswa asing yang menempuh studi di Belanda memiliki kecenderungan meningkat dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Data yang Nuffic Neso Indonesia peroleh menyebutkan, terjadi peningkatan sebesar 7.5% hingga mencapai angka 76,000 mahasiswa internasional di Belanda untuk tahun 2008-2009. Sebagian besar mahasiswa asing masih berasal dari benua Eropa sendiri, yakni sebesar 70%. Namun, benua Asia memberikan kontribusi yang cukup besar dalam jumlah mahasiswa asing di Belanda, yakni hampir mencapai 20%.
Mengikuti sukses tahun-tahun sebelumnya dan semakin meningkatnya minat untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Belanda, Nuffic Neso Indonesia akan menggelar Holland Education Fair 2009 di 4 kota : Yogyakarta, Bandung, Jakarta dan Makassar. Event ini akan dimulai dari Yogyakarta tanggal 10 November 2009 dan diakhiri di Makassar tanggal 17 November 2009. Sebanyak 23 perguruan tinggi dari Belanda telah memutuskan untuk bergabung dalam HEF 2009 dan siap untuk menjawab pertanyaan dari pengunjung.
“Seluruh universitas yang hadir adalah universitas yang telah menandatangani kode etik pendidikan tinggi Belanda. Untuk itu mereka diperbolehkan merekrut mahasiswa internasional dan program studinya kebanyakan program berbahasa Inggris,” ujar Marrik Bellen, Direktur Nuffic Neso Indonesia.
Selain bisa bertemu dengan perwakilan dari 23 perguruan tinggi di Belanda, pengunjung juga dapat mendengarkan presentasi dari beberapa program beasiswa, diantaranya: HSP Huygens, DIKTI dan Erasmus Mundus. Pameran ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya apapun.
Belanda memiliki sejumlah disiplin ilmu yang sudah diakui secara internasional. Beberapa diantaranya yang sangat terkenal di dunia adalah: manajemen dan bisnis, pertanian, teknik sipil, manajemen perairan, teknik sipil, arsitektur dan seni.
Jadwal Holland Education Fair 2009 selengkapnya adalah:
10 November 2009: Yogyakarta, Ballroom Novotel Hotel
12 November 2009: Bandung, Ballroom Hilton Hotel
14-15 November 2009: Jakarta, Gerbera Room, Mulia Hotel
17 November 2009: Makassar, Acacia Room Clarion Hotel
Kata Jong Indonesia sudah dikenal sebelum Indonesia merdeka. “Jong” dalam Bahasa Belanda memiliki arti PEMUDA. Semangat yang menggelora dari para pendiri negeri kini coba dihadirkan lagi oleh Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Belanda. Majalah ini lahir untuk menyumbangkan pemikiran mahasiswa Indonesia di negeri Belanda untuk Indonesia yang lebih baik.
Seperti yang dikutip dari Majalah JONG INDONESIA, wadah ini diharapkan menjadi media pembelajaran dan transfer informasi dan pengetahuan; mempererat dan memperluas persaudaran antar mahasiswa Indonesia di Belanda; dan memberikan masukan terhadap perubahan menuju Indonesia yang lebih baik.
Banyak informasi menarik yang bisa kita dapatkan ketika membaca majalah ini, seperti:
Untuk bisa terupdate dengan pemikiran mahasiswa Indonesia di Belanda, silakan klik: http://majalah.ppibelanda.org/
Want to study in Holland?
“Higher education in the Netherlands offers more than 1,400 programmes in English. English proficiency is a key requirement to enter universities. IELTS is the most widely accepeted language test for institutions in the Netherlands. More than 80% of foreign students in the Netherlands hold an IELTS score which has played a key role in helping students successfully complete their degrees”
Marrik Bellen, Director of Nuffic-Neso Indonesia.
Nuffic-Neso Indonesia bekerja sama dengan IALF Surabaya menyelenggarakan “HOLLAND EDUCATION MONTH”.
Berbagai acara dan lomba akan digelar diantaranya: Book Review Competition, Dutch Mini Photo Studio, Candid Photo Competition, Clog Race, Poffertjes Eating Competition, Dutch Language Class dan tentunya free Placement Test IELTS di IALF. Berikut agenda kegiatan:

10 Aug – 1 Sept 2009
Book review competion
18 Aug – 16 Sept 2009
Free placement test (syarat dan ketentuan berlaku)
31 Aug – 17 Sept 2009
Pameran foto karya alumni Belanda
2 Sept 2009
IELTS one-day workshop
14 Sept 2009
Dutch language class: An introduction, part I
15 Sep 2009
Computer Workshop: Effective Internet Search Strategies
Courtesy of D-Net
16 Sep 2009
Dutch language class: An introduction, part II
Conversation Night: Traces of Holland in Surabaya
17 Sep 2009
Book discussion: Negeri van Oranje
A Night in Holland
Acara “Holland Education Month” didukung oleh radio prambors sebagai media partner.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Nuffic-Neso Indonesia
Kantor Surabaya: 031 - 298 1328 / nesosurabaya@nesoindonesia.or.id
IALF Surabaya: 031 502 6400 / ieltsadminsby@ialf.edu

