Belajar ke Negeri Belanda itu mudah. Anda tidak harus menguasai bahasa Belanda karena kuliah berlangsung dalam bahasa Inggris.
Persepsi umum masyarakat tentang biaya kuliah di luar negeri adalah mahal. Untuk bisa memenuhi keinginannya, tak jarang banyak orang jatuh bangun berusaha untuk bisa memperoleh beasiswa. Akan tetapi, tidak semua orang punya kesempatan yang sama memperolehnya. Tapi tahukah kita bahwa banyak cara untuk bisa hidup hemat sehingga kita bisa tetap bertahan dengan biaya yang terjangkau di luar negeri?
Biasanya, perhitungan biaya hidup tergantung dari daya hidup dari mahasiswa yang bersangkutan. 2 komponen utama adalah biaya kuliah (tuition fee) dan biaya hidup (living cost).
Tuition Fee
Biaya kuliah di Belanda memiliki kisaran yang sangat beragam. Untuk tingkat s1 atau Bachelor, besaran biaya kuliah antara 3,500 - 7,000 euro pertahun (sekitar 50 - 101 juta rupiah). Sedangkan untuk program s2 atau master, biaya yang diperlukan sekitar 4,000 - 15,000 euro per tahunnya. Biaya ini sudah nett sehingga tidak akan ada lagi pungutan biaya gedung, biaya SKS atau biaya laboratorium.
Living Cost
Biaya hidup (living cost) di Belanda tergolong moderat dibandingkan wilayah eropa yang lain. Kemudahan mencari bahan makanan Indonesia menjadi sebuah keuntungan yang tidak didapatkan di negara Eropa lainnya. Sebagai contoh, mahasiswa Indonesia di Jerman kalau mencari bumbu nasi goreng ataupun sambel botol, umumnya terpaksa menyeberang ke Belanda untuk bisa bisa memperolehnya. Komponen biaya hidup di Belanda sebagai mahasiswa dapat dijabarkan sebagai berikut:
- Akomodasi, berupa kamar standard yang umumnya terdiri dari tempat tidur single, meja belajar dan lemari cabinet adalah komponen yang terbesar dari total biaya hidup di luar negeri. Alokasi biaya akomodasi bisa mencapai setengah dari total biaya hidup. Harga rata-rata akomodasi di Belanda adalah sekitar 4000-4800 euro pertahunnya, atau sekitar
- Meals, komponen biaya lainnya yang juga sangat penting adalah urusan perut. Perhitungan biayanya berdasarkan survey adalah sekitar 4,000 euro per tahun. Cara menghemat untuk urusan perut ini adalah, dengan memasak sendiri. Cara ini terbukti ampuh untuk mengurangi biaya makan perbulan hingga 30%. Lumayan kan?
- Buku, diperlukan sebagai componen vital yang mendukung mahasiswa dalam menempuh perkuliahan. Buku sebagai sumber informasi yang diakui secara akademis untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di kampus. Berdasarkan survey yang pernah Neso Indonesia lakukan, komponen biaya untuk buku pertahunnya mencapai 600 euro atau 50 euro perbulannya. Namun, banyak mahasiswa yang dapat melakukan penghematan dengan membeli buku-buku second-hand, dari para senior maupun meminjam melalui fasilitas perpustakaan di kampus.
- Insurance, mendapatkan perlindungan di luar negeri memang mutlak. Apalagi, kalau kita terpaksa harus menggunakan fasilitas kesehatan apabila terserang penyakit. Perlu digaris bawahi biaya kesehatan di Belanda sangatlah mahal. Untuk itu keikutsertaan salam program asuransi kesehatan adalah sebuah keharusan. Hal ini juga tertuang dalam ketentuan ketika kita akan mendaftar visa, dokumen keikutsertaan asuransi juga menjadi kompenen yang wajib ada. Biayanya? Sekitar 500 euro untuk satu tahun.
- Transportasi, ada keuntungan ketika memilih Belanda sebagai tujuan melanjutkan pendidikan, karena biaya transportasi yang relatif terjangkau. Mau tau kuncinya? Sepeda! Adalah alat transportasi utama di Belanda. Harga sepeda second-hand berkisar antara 45-140 euro. Dengan menggunakan sepeda sebagai alat transportasi, biaya yang dikeluarkan dari rumah ke kampus tentu saja gratis, dan tentu saja sehat!
Sebetulnya banyak cara untuk menghemat biaya yang dikeluarkan agar bisa mewujudkan impian Studi di Belanda. Sekali lagi, semuanya tergantung kepada gaya hidup kita. Dengan mengetahui gambaran biaya yang dikeluarkan, kita bisa melakukan perbandingan manakah negara yang paling cocok dipilih untuk studi di luar negeri. (ah)
By: Ariono Hadipuro, Nuffic Neso Indonesia
Dear All,
Ada informasi yang kami terima dari Universitas Tias Nimbas di Belanda. Tertarik ambil MBA? Baca informasi berikut ini:
Salam,
Neso Indonesia
TiasNimbas MBA early bird reduction:
Candidates who apply before Dec. 31, 2009 can enjoy a reduction of EUR 2,000 on the tuition fee.
Why TiasNimbas MBA?
TiasNimbas Advantage
The Programme
The Experience
The Outcome
Contact Information:
Ms Shu-hsien Tseng (Shu)
Programme Adviser
TiasNimbas Business School
Representative Office Taipei
1F, No. 118, Sec.1, ZhongXiao W. Rd. . Taipei 10044 (Taiwan) P. +886 2 2349 4977 ext.12 F. +886 2 2349 4931 E. s.tseng@tiasnimbas.edu I. http://www.tiasnimbas.edu/FTMBA
Want to study in Holland?
“Higher education in the Netherlands offers more than 1,400 programmes in English. English proficiency is a key requirement to enter universities. IELTS is the most widely accepeted language test for institutions in the Netherlands. More than 80% of foreign students in the Netherlands hold an IELTS score which has played a key role in helping students successfully complete their degrees”
Marrik Bellen, Director of Nuffic-Neso Indonesia.
Nuffic-Neso Indonesia bekerja sama dengan IALF Surabaya menyelenggarakan “HOLLAND EDUCATION MONTH”.
Berbagai acara dan lomba akan digelar diantaranya: Book Review Competition, Dutch Mini Photo Studio, Candid Photo Competition, Clog Race, Poffertjes Eating Competition, Dutch Language Class dan tentunya free Placement Test IELTS di IALF. Berikut agenda kegiatan:

10 Aug – 1 Sept 2009
Book review competion
18 Aug – 16 Sept 2009
Free placement test (syarat dan ketentuan berlaku)
31 Aug – 17 Sept 2009
Pameran foto karya alumni Belanda
2 Sept 2009
IELTS one-day workshop
14 Sept 2009
Dutch language class: An introduction, part I
15 Sep 2009
Computer Workshop: Effective Internet Search Strategies
Courtesy of D-Net
16 Sep 2009
Dutch language class: An introduction, part II
Conversation Night: Traces of Holland in Surabaya
17 Sep 2009
Book discussion: Negeri van Oranje
A Night in Holland
Acara “Holland Education Month” didukung oleh radio prambors sebagai media partner.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Nuffic-Neso Indonesia
Kantor Surabaya: 031 - 298 1328 / nesosurabaya@nesoindonesia.or.id
IALF Surabaya: 031 502 6400 / ieltsadminsby@ialf.edu


Nuffic Neso Indonesia dan Ikaned mengumumkan hasil kompetisi foto dan video yang telah berakhir 20 Juli 2009 lalu. Tim juri kompetisi foto terdiri dari Arbain Rambe, wartawan foto koran Kompas, Marrik Bellen, Direktur Nuffic Neso Indonesia dan Irma R. Damayanti, wartawan The Jakarta Post, lulusan Universitas Utrecht, mewakili alumni Belanda.
Jumlah total foto yang diterima oleh panitia melalui e-mail sebanyak 211 buah dari 50 peserta yang sedang melanjutkan studi dan tinggal di beberapa kota di Belanda. Untuk kompetisi video, panitia menerima 18 karya yang dikirimkan oleh 10 mahasiswa Indonesia. Seleksi dilakukan berdasarkan kriteria foto dan video yang telah diberikan. Pertama dari segi orisinalitas, kemudian kreativitas dan ketiga kesesuaian tema, yakni studi dan tinggal di Belanda.
Setelah melalui diskusi dan argumentasi, tim juri berhasil memilih sejumlah foto untuk akhirnya terpilih 3 terbaik yakni:

Berikut pemenang kompetisi video studi di Belanda:
Mengenai foto juara ke-1, Arbain Rambe berkomentar, “foto pemenang pertama berhasil menangkap suasana keseharian mahasiswa Indonesia dan menggambarkan kondisi penegakan hukum di Belanda dalam cara yang ‘fun’. Foto ini unik karena terlihat spontan, ekspresif dan idenya orisinall”
Sedangkan untuk video pemenang pertama, Marrik Bellen mengatakan, “video karya Widyoseno E Muchsin memenuhi kriteria yakni kreatifitas, teknik yang baik dan berhasil menyampaikan pesan untuk memberikan informasi yang lengkap tentang studi di Belanda.”
Seluruh pemenang akan dihubungi oleh Nuffic-Neso Indonesia untuk pengiriman hadiahnya.
Untuk perbaikan terlaksananya kompetisi ini di masa yang mendatang, kritik dan saran dapat dikirimkan ke lombafotoneso@gmail.com atau hef@nesoindonesia.or.id.
Selamat kepada para pemenang dan teruslah berkarya!
Tertarik untuk mengikuti informasi terkini tentang
“Studi di Belanda”?
Kini kami hadir di Twitter!
http://twitter.com/studidibelanda