amelia-sentosaSegera setelah lulus SMA, Amelia Santosa sudah mantap memilih program studi Musik, dalam benaknya Eropa adalah pilihan tepat, karena disinilah sumbernya musik klasik.

“Tahun 2004, konservatorium belum ada di Indonesia sehingga pilihan ditujukan ke luar negeri” ungkapnya. Diawali info dari guru di sekolah lalu mencari informasi dari Neso, akhirnya pilihan jatuh ke Belanda. Kenapa Belanda? Alasan utamanya adalah karena program disampaikan dalam bahasa Inggris.

Amel menggambarkan Codart sebagai kampus yang sangat internasional. Separuh mahasiswanya adalah mahasiswa asing. Namun justru ini keunggulannya, karena beragamnya latar belakang mahasiswa, khasanah pengetahuan musiknya menjadi sangat kaya karena pengaruh yang dibawa oleh teman-teman dari seluruh dunia. “Saya merasa lebih lengkap sebagai musisi, dan ini yang membuat saya menikmati kuliah di Codart”. Pengalaman membawanya mengikuti beberapa acara, tidak hanya di Belanda, bahkan ke negara-negara Eropa lainnya. Konser piano solo di Leiden dan di salah satu museum di Belgia adalah contoh kegiatan yang pernah dijalankannya. Saat wawancara dilakukan,  Amel sedang mempersiapkan kepergiannya ke Malta untuk mengikuti International String Music Festival. Sedangkan Bulan Mei mendatang, dia sudah tercatat mengikuti contemporary master course di Switzerland.

Satu hal yang digarisbawahi olehnya, “Networking sangat penting” mengingat Amel sering mendapet banyak tawaran dari dosen dan teman-temannya. Meskipun terkadang tidak dibayar, namun pengalaman yang diperolehnya jauh lebih berharga.

Amelia Santosa, Codarts University for the arts.