Belajar ke Negeri Belanda itu mudah. Anda tidak harus menguasai bahasa Belanda karena kuliah berlangsung dalam bahasa Inggris.
Den Haag : Kedutaan Besar Kerajaan Belanda mengalokasikan dana sebesar 30 juta euro atau sekitar Rp450 miliar untuk program beasiswa mengikuti studi lanjutan di Belanda, periode 2010 – 2014.
Keterangan Kedubes Kerajaan Belanda yang diterima ANTARA, di Den Haag Rabu [09/12], menyatakan bahwa kontrak pengelolaan program beasiswa studi ke Belanda tahap keempat ini, ditandatangani bersama Duta Besar Belanda, Dr. Nikolaos van Dam, dan Direktur Nuffic Netherlands Education Support Office (Neso) Indonesia, Marrik Bellen di Jakarta.
Menurut Nikolaos, program studi ke Belanda (StuNed) ini, merupakan suatu bentuk kerja sama bilateral antara Belanda dan Indonesia, yang bertujuan untuk membantu pengembangan sumber daya manusia.
Target program beasiswa StuNed ini, yakni kalangan profesional muda Indonesia. Menurut Nikolaos, prioritas akan diberikan kepada calon peserta yang berasal dari organisasi mitra Kedutaan Belanda seperti departemen, pemerintah daerah, LSM, dan sektor swasta.
“Keputusan untuk menjadikan mitra Kedutaan sebagai kelompok target, karena beasiswa ini dinilai sebagai sarana yang sangat baik untuk mengembangkan kapasitas sumber daya manusia dan institusi para mitra serta untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Belanda,” kata Nikolaos.
Lebih lanjut dia mengatakan, StuNed akan memberikan beasiswa untuk tingkat Master, kursus singkat berdiploma, pelatihan tailor-made, dan kursus penyegaran. Kursus penyegaran ini dirancang untuk para alumni StuNed agar mereka mendapatkan penyegaran ilmu dan peningkatan pengetahuan dan wawasan.
Sejak dimulainya StuNed pada 2000, program ini telah memberikan beasiswa pendidikan ke negeri Belanda kepada lebih dari 2.000 orang profesional Indonesia. ( ant )
Source: Antara